9 Mitos Skincare yang Banyak Dipercaya Orang

9 Mitos Skincare yang Banyak Dipercaya Orang

donutmedialab.com — Dengan banyaknya product skincare di pasaran dan variasi didalam urutan penggunaan skincare, kamu kemungkinan tak memahami bahwa sebagian di antaranya merupakan mitos belaka.

Pemanfaatan skincare yang salah tidak sebatas dapat memperburuk kasus kulit yang udah ada, tetapi juga bisa menimbulkan kasus kulit baru. Agar kulit tetap sehat dan cantik, mari gali lebih lanjut beragam mitos umum seputar perawatan kulit.

Mitos skincare yang sering dipercaya

Skincare punya banyak kegunaan bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Tapi, benarkah product skincare yang mahal itu lebih ampuh? Lalu, apakah ada product yang betul-betul memberikan hasil instan? Rupanya, itu baru segelintir berasal dari banyaknya mitos seputar perawatan kulit yang dipercaya banyak orang.

Berikut mitos-mitos seputar product dan rutinitas skincare yang perlu kamu ketahui.

1. Produk yang mahal sudah pasti lebih ampuh

Satu hal yang biasanya membedakan product murah dan mahal ialah kadar zat aktif yang diklaim langka.

Ambil contoh, ada kadar ekstrak herbal pada serum pelembap yang cuman ditemukan di negara tertentu atau punyai paten berasal dari merek tentang.

Padahal, takaran zat aktif itu bisa menjadi sangat kecil. Pada pada akhirnya, kadar utama product serum pelembap mahal itu barangkali tidak jauh berasal dari asam hialuronat, gliserin, ceramide, atau bahan pelembap lainnya.

2. Produk tersebut bisa memberikan hasil instan

Klaim bahwa sebuah product skincare bisa memberikan hasil instan juga termasuk mitos.
Menurut belajar didalam The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, butuh waktu kira-kira 6–20 minggu sampai kamu bisa memirsa perubahan pada kulit.

Hal ini juga tergantung pada banyak faktor, seperti bahan aktif di dalam product itu, perubahan yang kamu harapkan, dan seberapa terus Kamu didalam memakainya. Menjadi, kamu perlu bersabar sedikit sampai product bekerja secara optimal.

See also  Lebih dari 44 juta Orang Amerika Memiliki Pekerjaan Sampingan

3. Tabir surya hanya perlu dipakai dalam cuaca terik

Sinar matahari dapat mengakibatkan rusaknya kulit, mempercepat penuaan kulit, dan menaikkan risiko kanker kulit.

Inilah mengapa kamu harus selalu menggunakan tabir surya, apalagi ketika cuaca tidak tengah terik sekalipun. Gunakan tabir surya sebanyak dua ruas jari sebelum kamu beraktivitas.

Kamu juga perlu mengoleskannya lagi tiap dua jam sekali, terutama jika kamu lakukan kesibukan luar ruangan seperti berenang, piknik, atau berolahraga.

4. Tabir surya dengan SPF tinggi lebih baik

SPF (Sun protection factor) merupakan kemampuan sebuah tabir surya untuk melindungi kulit berasal dari sinar ultraviolet B (Uvb).

Walaupun SPF penting, asumsi bahwa tabir surya dengan SPF yang tinggi lebih baik rupanya juga termasuk mitos skincare.

Ada banyak product tabir surya dengan SPF yang bervariasi, mulai berasal dari 15, 30, sampai 99.
Meski tidak ada salahnya memilih sunscreen ber-spf tinggi, tabir surya dengan SPF 30 sebetulnya udah lumayan sebab sanggup menghalau 97% sinar Uvb.

5. Kulit berminyak tidak butuh pelembap

Kulit berminyak sekilas memang tampak lebih lembap berasal dari kulit kering, padahal kulit yang berminyak tidak serupa dengan kulit lembap.

Pemilik jenis kulit ini tetap berisiko mengalami wajah kusam dan jerawatan implikasi kurangnya cairan di dalam kulit mereka.

Menjadi, asumsi bahwa kulit berminyak tidak butuh pelembap cuman salah satu mitos skincare.
Tiap-tiap jenis kulit membutuhkan pelembap, namun Kamu perlu memilih pelembap spesifik kulit berminyak yang tidak menyumbat pori-pori kulit.

6. Eksfoliasi setiap hari bagus untuk kulit

Eksfoliasi membantu mengelupas lapisan kulit mati agar kulit tampak lebih higienis dan cerah.
Ada dua cara eksfoliasi, yakni secara mekanis dengan butiran scrub dan juga kimiawi dengan bahan-bahan seperti Aha, Bha, dan Pha.

See also  Hepatitis in Babies: Causes, Symptoms, and Ways to Prevent Transmission

Kendati baik untuk mencerahkan kulit, eksfoliasi juga dapat membawa dampak kemerahan dan iritasi jika Kamu melakukannya tiap tiap hari.

Maka berasal dari itu, memadai melaksanakan eksfoliasi 1–2 kali didalam seminggu supaya kulit miliki kesempatan untuk memulihkan diri.

7. Sabun tidak baik untuk kulit wajah

Terdapat mitos lama seputar skincare yang menyebutkan bahwa sabun tidak baik untuk kulit wajah.

Asumsi ini bisa menjadi benar bila kamu mencuci muka dengan sabun mandi karena sabun mandi memiliki kandungan bahan yang sangat keras untuk kulit wajah.

Kini, kamu bisa menemukan beraneka product sabun muka untuk tiap jenis kulit. Sabun muka udah diformulasikan sedemikian rupa supaya memadai lembut untuk kulit wajah yang lebih sensitif. Menjadi, kamu bisa menggunakannya tiap-tiap hari.

8. Rasa panas pada kulit menandakan produk bekerja

Ada sejumlah tanda bahwa skincare cocok dengan kulit kamu, tetapi rasa terbakar menyadari bukanlah salah satunya.

Rasa terbakar sesudah penggunaan krim, serum, atau product tertentu justru menandakan kulit sensitif pada product itu.

Lebih dari satu zat aktif barangkali menimbulkan rasa geli (Tingling) sesaat pada kulit, terutama asam polihidroksi (Pha) dan vitamin C.

Reaksi ini biasanya wajar, tetapi Kamu sebaiknya beralih menggunakan product lain bila rasa geli berubah jadi rasa terbakar.

9. Skincare bisa mengecilkan pori-pori

Banyak product skincare diklaim bisa mengecilkan pori-pori, namun sayangnya ini sekedar mitos. Pasalnya, ukuran pori-pori tidak dapat berubah sebab ditentukan secara genetik.

Pori-Pori bisa nampak melebar saat terkena suhu panas atau mengecil saat terpapar suhu dingin, namun bukan penting ukurannya berubah.

Suhu bisa terhubung atau menyempitkan sedikit lubang pori agar terlihat melebar atau menyusut. Semata-mata saja, ini dampak selagi, pori-pori akan ulang ke ukuran semula saat suhu kulit ulang normal.

See also  5 Impacts of Global Warming on Human Health

Informasi baiknya, kamu dapat menyamarkan pori-pori dengan sebagian cara, yakni mencuci muka dan eksfoliasi secara rutin, menggunakan product nonkomedogenik, dan juga menggunakan serum retinol.

Ada begitu banyak variasi didalam jenis product, penggunaan, sampai penemuan skincare yang bermunculan tiap-tiap hari.

Terlebih lagi, skincare memberikan hasil yang berbeda-beda pada tiap orang. Tak heran, mitos seputar product perawatan kulit ini pun terlampau berbagai.

Ketika menggunakan sebuah product skincare, kuncinya ialah “Mendengarkan” kulit kamu. Jika kulit tidak membuktikan perubahan atau mulai memperlihatkan reaksi yang tak wajar, ada baiknya kamu berkonsultasi ke dokter kulit atau langsung beralih ke product yang lain.

Check Also

German MotoGP Results 2022: Fabio Quartararo Winner!

German MotoGP Results 2022: Fabio Quartararo Winner!

donutmedialab.com — MotoGP Germany 2022 is exciting. Fabio Quartararo emerged as the hero, there was a show Francesco Bagnaia fell toward the start of the race! The 2022 German MotoGP will be held at the Sachsenring Circuit, Sunday (19/6/2022) night WIB for 30 laps. This is the tenth series race in MotoGP 2022. Francesco Bagnaia [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.